Balita Anda Sangat Suka Minum Susu, Apakah Itu Hal Yang Baik Atau Tidak?

Balita Anda Sangat Suka Minum Susu, Apakah Itu Hal Yang Baik
Atau Tidak?

21 Dec 2017   11:00 WIB  

Tips News

Balita Anda Sangat Suka Minum Susu, Apakah Itu Hal Yang Baik Atau Tidak?

Hampir kebanyakan anak suka minum susu, susu adalah cara yang
baik untuk menjamin asupan kalsium anak. Tapi untuk anak Anda
yang masih balita apakah kebiasan minum susu itu adalah hal
yang baik atau tidak? Silahkan simak ulasan dibawah ini.

 

Jumlah Yang Disarankan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention,
anak-anak berusia antara 1-5 tahun seharusnya mengonsumsi
tidak lebih dari tiga gelas, 235 ml susu per hari. Minum
sekitar satu setengah cangkir susu per hari sudah cukup untuk
memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak antara usia 1-3 tahun
atau batita.

 

Anemia Defisiensi Besi

Anemia kekurangan zat besi merupakan perhatian utama
kebanyakan balita yang terlalu banyak minum susu. Susu rendah
zat besi dan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh,
sehingga anak kecil yang banyak minum susu bisa mengalami
kekurangan zat besi. Balita sangat rentan mengalami hal ini
karena mereka mungkin tidak mengonsumsi makanan yang tinggi
zat besi, jadi mereka tidak dapat menebus kekurangan dengan
cara lain. Selain itu, karena saluran pencernaan balita masih
berkembang, mungkin mengalami reaksi ringan terhadap susu
yang menyebabkan kehilangan darah di usus dalam jumlah kecil.
Kehilangan darah mengurangi zat besi dalam tubuh, jadi ini
bisa membuat kemungkinan mengalami anemia kekurangan zat besi
lebih besar lagi.

 

Kalori dan Nutrisi

Seorang balita yang minum terlalu banyak susu mungkin
mendapatkan banyak kalsium, tapi mungkin dia menghindari
makanan dan minuman lain yang memiliki nutrisi lain. Jika
anak Anda minum lebih dari tiga cangkir susu setiap hari, dia
mungkin mendapatkan setengah, atau lebih, asupan kalori
hariannya hanya dari susu saja. Jika Anda memiliki riwayat
keluarga obesitas, penyakit jantung atau diabetes, maka
dokter spesialis anak Anda mungkin akan menyarankan untuk
membatasi asupan susu atau beralih ke susu rendah lemak.

 

Intoleransi dan Alergi Laktosa

Beberapa balita mengalami alergi susu. Anak-anak dengan
alergi parah bisa mengalami mengi, muntah atau cegukan jika
mereka minum susu. Terkadang alergi susu bisa mengancam
nyawa. Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak
berbahaya, tapi bisa membuat tidak nyaman. Intoleransi
laktosa terjadi saat tubuh perlahan berhenti memproduksi
laktase, enzim yang mencerna gula dalam susu.

 

Intoleransi laktosa pada bayi jarang terjadi karena mereka
membutuhkan laktase untuk mencerna ASI mereka, namun
kemampuan untuk memproduksi laktase dapat mulai berkurang
saat balita. Balita yang tidak toleran terhadap laktosa dapat
mengalami sakit perut atau diare jika dia minum terlalu
banyak susu. Jumlah susu yang bisa ditangani balita
bergantung pada berapa banyak laktase yang masih
dihasilkannya, sehingga setiap anak memiliki batas yang
berbeda.

 

Baca juga:
Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan
Sayuran

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang

 

Sumber: sfgate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *