Buah Apa Yang Boleh Dimakan Jika Ingin Menurunkan Kadar Gula Darah?

Setiap orang harus makan setidaknya dua porsi buah per hari,
termasuk penderita diabetes, karena buah memberi Anda serat dan
sejumlah vitamin dan mineral esensial tanpa mengandung banyak
kalori. Memilih buah yang memiliki indeks glikemik (Glycemic
Index/ GI) yang rendah, bukan yang memiliki peringkat indeks
glikemik yang sedang atau tinggi. Dengan cara ini akan membantu
Anda meminimalkan atau menghindari lonjakan gula darah.

 

Membatasi Efek Glukosa Darah

Nilai GI diukur dengan menggunakan ukuran porsi standar yang
mungkin lebih besar daripada yang direkomendasikan oleh
American Diabetes Association, yang merekomendasikan porsi buah
tidak lebih dari 15 gram karbohidrat. Buah dan buah kering yang
dikeringkan dalam sirup cenderung lebih tinggi kandungan
karbohidrat daripada buah segar, jadi buah segar lebih aman
untuk dikonsumsi.

 

Buah GI Tinggi

Buah yang memiliki indeks glikemik 70 atau lebih seperti kurma
kering, dengan GI 103 per porsi 60 gram, atau sekitar 2 1/2
kurma; Semangka, dengan GI 72 per 120 gram porsi, yang sedikit
lebih dari ¾ cangkir; Dan leci kalengan sirup, dengan GI 70 per
120 gram porsi, yaitu sekitar ½ cangkir.

 

Buah GI Sedang

Buah GI sedang adalah yang memiliki GI antara 56-69. Ini
termasuk kismis, dengan GI 64 untuk sajian 60 gram, yang
sedikit kurang dari ½ cangkir; Buah ara kering, dengan GI 61
per porsi 60 gram, yaitu sekitar 7 buah ara; Nanas, dengan GI
59 untuk sajian 120 gram, atau sekitar ¾ gelas; Pepaya, dengan
GI 59 untuk sajian 120 gram, yang sedikit lebih dari ¾ gelas;
Dan aprikot mentah, dengan GI 57 per 120 gram porsi, atau
sekitar 3 ½ aprikot.

 

Buah GI Rendah

Sebagai pilihan yang baik maka sebaiknya Anda memilih buah yang
GI nya lebih rendah. Sebagian besar buah memiliki nilai GI
rendah. Per 120 gram, ceri memiliki GI 22, jeruk memiliki GI
25, pir dan apel memiliki GI 38 dan plum memiliki GI 39. Buah
ini tidak mungkin menyebabkan lonjakan kadar gula darah Anda
kecuali jika Anda mengonsumsi secara berlebihan dan tidak
jarang melakukan olahraga.

 

Baca juga:
Makan Buah Lebih Banyak Turunkan Resiko Terjadinya
Penyakit Jantung, Benarkah?

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang

 

Sumber: sfgate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *